0812-9604-4324
ExProof Store

30 Agustus 2026

Temperature Class T1 sampai T6: Cara Memilih agar Permukaan Alat Tidak Menyalakan Gas

Temperature Class T1 sampai T6: Cara Memilih agar Permukaan Alat Tidak Menyalakan Gas

Sebuah peralatan bisa saja tertutup rapat, bersertifikat, dan tidak pernah mengeluarkan percikan sedikit pun, namun tetap menyebabkan ledakan. Penyebabnya bukan api, melainkan panas: permukaan yang cukup panas dapat menyalakan campuran gas tanpa perlu percikan apa pun. Temperature class adalah parameter yang mengatur hal ini, dan sering kali menjadi bagian yang paling jarang diperiksa saat pengadaan.

Prinsip dasarnya

Setiap gas dan uap punya auto-ignition temperature (AIT) — suhu di mana ia menyala sendiri tanpa sumber api. Temperature class menyatakan suhu permukaan maksimum yang dapat dicapai peralatan dalam kondisi kerja terburuk. Aturannya sederhana: suhu permukaan maksimum peralatan harus selalu lebih rendah dari AIT gas di area tersebut.

Tabel temperature class

  • T1 — maksimum 450 °C
  • T2 — maksimum 300 °C
  • T3 — maksimum 200 °C
  • T4 — maksimum 135 °C
  • T5 — maksimum 100 °C
  • T6 — maksimum 85 °C

Perhatikan arah penomorannya: semakin besar angkanya, semakin dingin permukaan yang dijamin, dan semakin ketat persyaratannya. Peralatan T6 dapat dipasang di area yang menuntut T1 sampai T5, tetapi tidak berlaku sebaliknya.

Mencocokkan dengan gas di lapangan

Beberapa contoh yang sering ditemui di industri migas dan kimia:

  • Metana memiliki AIT sekitar 537 °C, sehingga T1 sudah memadai.
  • Propana sekitar 470 °C, umumnya T1 atau T2.
  • Etilen sekitar 425 °C, biasanya menuntut T2.
  • Hidrogen sulfida sekitar 260 °C, menuntut T3.
  • Karbon disulfida sekitar 90 °C, menuntut T6 — dan inilah yang membuat T6 kadang tidak terhindarkan.

Karena satu fasilitas bisa menangani beberapa jenis fluida sekaligus, pemilihan harus mengacu pada gas dengan AIT terendah yang mungkin ada di area tersebut, bukan pada gas utama prosesnya.

Faktor yang sering terlupakan: suhu ambient

Temperature class diuji pada rentang suhu lingkungan tertentu, umumnya −20 °C hingga +40 °C. Jika peralatan dipasang di lokasi dengan suhu ambient lebih tinggi — dekat furnace, di dalam ruang tanpa ventilasi, atau di bawah paparan matahari langsung di iklim tropis — suhu permukaannya akan naik melebihi angka yang tertera.

Peralatan yang dirancang untuk ambient di luar rentang standar akan mencantumkan penandaan tambahan seperti Ta −20 °C to +60 °C. Jika penandaan itu tidak ada dan lokasi Anda panas, temperature class di nameplate tidak lagi bisa dipercaya begitu saja.

Beban juga menaikkan suhu

Untuk lampu dan motor, suhu permukaan sangat bergantung pada beban dan pendinginan. Lampu yang dipasang di ruang sempit tanpa aliran udara akan jauh lebih panas daripada saat diuji di laboratorium. Demikian pula motor yang bekerja terus-menerus mendekati beban penuh, atau motor yang dikendalikan VFD di luar rentang frekuensi rancangannya.

Untuk area berbasis debu

Pada Zone 20, 21, dan 22, logikanya berbeda. Yang berlaku bukan temperature class T1–T6, melainkan suhu permukaan maksimum yang dinyatakan langsung dalam derajat Celsius, misalnya T135 °C. Alasannya adalah lapisan debu yang mengendap bertindak sebagai insulator, membuat permukaan menahan panas jauh lebih lama dan menyala pada suhu lebih rendah daripada debu yang melayang.

Yang perlu diperiksa sebelum membeli

  • Daftar seluruh fluida yang mungkin ada di area, lalu ambil AIT terendah.
  • Periksa suhu ambient maksimum di titik pemasangan, bukan suhu rata-rata fasilitas.
  • Pastikan penandaan Ta pada nameplate mencakup kondisi lokasi Anda.
  • Untuk area debu, cari penandaan suhu dalam derajat, bukan kelas T.

ExProof Store menyediakan peralatan listrik bersertifikat untuk area berbahaya beserta dukungan pemilihan spesifikasi yang sesuai zona dan kondisi lingkungan. Hubungi tim teknis kami untuk mendiskusikan kebutuhan fasilitas Anda.

Artikel Lainnya